Feb 27

Kemampuan kita dalam memperoleh dan mengolah data telah meningkat secara drastis belakangan ini. Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan data ini, diantaranya komputerisasi dalam bisnis, pemerintahan dan juga ilmiah. Semakin tingginya kapasitas media penyimpanan dengan harga yang relatif terjangkau serta meluasnya penggunaan kamera digital, alat-alat publik, penggunaan bar code dalam proses transaksi produk menjadikan data tumbuh secara ekplosif dalam berbagai bidang. Selain itu, perkembangan jaringan internet sebagai sarana informasi global menjadikan penumpukan data ini semakin tak terkendali.

Pertumbuhan data yang ekplosif itu disimpan dalam database-database sementara yang bersifat operasional. Dengan berjalannya waktu, databse tersebut menjadi gudang data atau lebih dikenal dengan data warehouse. Di dalam data warehouse ini tersimpan banyak sekali data yang telah direkap setiap harinya. Melalui data-data ini lah terdapat informasi yang harus digali untuk menunjang proses bisnis yang ada dalam menjalankan visi misi perusahaan.

Dibutuhkan suatu teknik untuk menggali informasi yang terdapat pada data warehouse tersebut. Lahirlah data mining, yaitu suatu teknik untuk meng-ekstrasi suatu pola dari data. Data mining diterapkan dengan paradigma untuk melihat informasi yang tersembunyi. Proses pencarian ini dilakukan secara otomatis terhadap pola dalam data dengan jumlah besar dengan menggunakan teknik-teknik seperti klasifikasi, clustering, dll. Data mining adalah suatu multidisiplin ilmu yang kompleks dan beririsan dengan ilmu lain seperti statistika, database, information retrieval, machine learning, pattern recognition, algoritma dan ilmu lainnya.

Menurut para ahli, data mining merupakan sebuah analisa dari observasi data dalam jumlah besar  untuk menemukan hubungan yang tidak diketahui sebelumnya dan metode baru untuk meringkas data agar mudah dipahami  serta kegunaannya untuk pemilik data (David Hand, 2001). Data mining dikenal juga dengan istilah Knowledge Discovery from Data (KDD) BacaSelengkapnya

Jan 23

Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu organisasi/perusahaan dalam mencari solusi guna menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Menurut teori, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memahami suatu sistem pendukung keputusan, yaitu

Keputusan dibagi menjadi 2
-Keputusan terprogram, adalah suatu keputusan yang berkaitan dengan permasalahan permasalahan sebelumnya. keputusan-keputusan tersebut sering diambil dikarenakan rutinitas terhadap permasalahan yang sering muncul tersebut. dengan kata lain, keputusan terprogram telah memiliki prosedur tersendiri yang telah pasti dalam menangani permasalahan yang muncul.
-Keputusan tidak terprogram, adalah suatu keputusan yang diambil berdasarkan permasalahan permasalahan baru. keputusan ini bersifat baru dan cenderung tidak memiliki prosedur yang tetap seperti di keputusan terprogram. hal ini dikarenakan permasalahan permasalahan yang timbul pun sifatnya khusus, rumit dan tidak terstruktur.

Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa tingkatan manajemen suatu organisasi dibagi menjadi tiga yaitu
-Manajemen tingkat atas
-Manajemen tingkat menengah
-Manajemen tingkat bawah
ketiga tingkatan manajemen tersebut memiliki peranan yang berbeda dalam mengambil suatu keputusan.
Berdasarkan lapisan tersebut Igor H. Ansoff membagi keputusan menjadi tiga kategori (Daihani, 2001), yaitu
Keputusan Strategis
Keputusan strategis adalah keputusan-keputusan untuk menjawab tantangan dan perubahan lingkungan dan biasanya bersifat jangka panjang. Keputusan ini diambil oleh manajemen puncak.
Keputusan Administratif / Taktik
Keputusan administratif / taktik adalah keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya (keuangan, teknik, maupun personel). Keputusan ini diambil oleh manajemen menengah.
Keputusan Operasional
Keputusan operasional adalah keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kegiatan operasional sehari-hari. Keputusan ini diambil oleh manajemen bawah.

Pengambilan keputusan meliputi beberapa tahap dan melalui beberapa proses (Lucas, 1992). Menurut Simon (1960), pengambilan keputusan meliputi empat tahap yang saling berhubungan dan berurutan.
Empat proses tersebut adalah :
Intelligence
Tahap ini merupakan proses penulusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
Design
Tahap ini merupakan proses menemukan, mengembangkan, dan mengembangkan alternatif tindakan yang bisa dilakukan. Tahap ini meliputi proes untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.
Choice
Pada tahap ini dilakukan poses pemilihan di antara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. Tahap ini meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi solusi yang sesuai untuk model yang telah dibuat. Solusi dari model merupakan nilai spesifik untuk variabel hasil pada alternatif yang dipilih.
Implementation
Tahap implementasi adalah tahap pelaksanaan dari keputusan yang telah diambil. Pada tahap ini perlu disusun serangkaian tindakan yang terencana, sehingga hasil keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan.

referensi Priyanta, S. 2007 ilmu komputer UGM

Share this article on : Twitter | Facebook

Jan 11

Proposal Seminar yang saya ajukan berjudul “Penerapan Algoritma Genetika untuk Optimasi Penjadwalan Mata Kuliah di Kampus UPI”

download file .doc

Jan 10

CYBERLAW DI INDONESIA DAN DUNIA INTERNASIONAL
SERTA CONTOH KASUSNYA

Cyberlaw di Indonesia berbeda dengan cyberlaw di dunia internasional. Di Indonesia terdapat UU ITE sedangkan di dunia internasional terdapat berbagai cyberlaw tersendiri menurut negaranya masing-masing ataupun berdasarkan wilayah-wilayah tersendiri.
Di tingkat Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang cyber crime. Sedangkan di Uni Eropa, dalam upaya mengantisipasi masalah-masalah pidana di cyberspace, Uni Eropa mengadakan Convention on Cybercrime yang didalamnya membahas jenis-jenis kejahatan apa saja yang dikategorikan sebagai cyber crime. Di bidang perdagangan elektronik, Uni Eropa mengeluarkan The General EU Electronic Commerce Directive, Electronic Signature Directive, dan Brussels Convention on Online Transactions. Aturan-aturan serupa juga dikeluarkan lembaga-lembaga internasional seperti WTO, ASEAN, APEC dan OECD .
Kekhawatiran akan tindak kejahatan ini dirasakan di seluruh aspek bidang kehidupan. ITAC (Information Technology Assosiation of Canada) pada “International Information Industry Congress (IIIC) 2000 Millenium Congress” di Quebec tanggal 19 September 2000 menyatakan bahwa “ Cyber crime is a real and growing threat to economic and social development around the world. Information technology touches every aspect of human life and so can electronically enable crime”.
Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa belum ada kerangka yang cukup signifikan dalam peraturan perundang-undangan untuk menjerat sang pelaku di dunia cyber karena sulitnya pembuktian. Belum ada pilar hukum yang mampu menangani tindak kejahatan mayantara ini atau dengan kata lain tindak kejahatan ini masih bebas dan berkeliaran untuk merusak serta merugikn para pemakai system internet. Terlebih sosialisasi mengenai hukum cyber dimasyarakat masih sangat minim. Bandingkan dengan negara seperti India yang sudah mempunyai “polisi Cyber”.
(artikel selengkapnya) silakan download .doc

Share this article on : Twitter | Facebook

Dec 31

Kewirausahaan merupakan proses dimana individu mengejar kesempatan tanpa memperhatikan sumber daya yang dikontrol saat ini. Dalam melaksanakan kewirausahaan, kita dituntut untuk cermat mengidentifikasi peluang serta memaksimalkannya dengan cara menerapkan ide-ide ke dalam praktek kewirausahaan yang dijalankan. Kewirausahaan yang bermanfaat membutuhkan kreatifitas, semangat dan kemauan untuk mengambil resiko yang mungkin terjadi.
Ada beberapa karakteristik kesuksesan seseorang dalam kewirausahaannya. Karakteristik kesuksesan tersebut diantaranya :
- Semangat
- Produk dan fokus terhadap konsumen
- Kegigihan
- Menggunakan kecerdasan
Selain hal-hal diatas, ada 4 langkah dalam proses seseorang menjadi entrepreneur yaitu :
1. Memutuskan untuk jadi pengusaha
2. Mengembangkan ide-ide bisnis
3. Memulai bisnis dengan model bisnis
4. Mengelola dan mengembangkan bisnis

Studi kasus perencanaan bisnis dan kaitannya dengan 4 langkah proses entrepreneur
Ide bisnis : menempatkan wisata belanja dan kuliner berdampingan.
Model bisnis : mendirikan sentra wisata kuliner makanan khas bandung.
BacaSelengkapnya

Nov 13

PERSOALAN FORENSIK IT
DAN KAITANNYA DENGAN 4 ELEMEN KUNCI
STUDI KASUS “ISI LAPTOP NOORDIN M. TOP”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG FORENSIK IT
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah dimanfaatkan secara luas dan mendalam. Banyak institusi ataupun perusahaan yang menggantungkan proses bisnisnya pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bagi mereka, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi hal yang penting dan harus ada dalam proses pengembangan institusi/perusahaan. Sehingga dengan ketergantungan ini tanpa disadari akan meningkatkan resiko institusi/perusahaan tersebut akan kejahatan ataupun penyelewengan di dunia teknologi informasi.
Seiring berjalannya waktu, lahirlah UU ITE pada tanggal 21 April 2008 yang bertujuan untuk mengatur transfer informasi elektronik agar berjalan sesuai dengan etika bertransaksi informasi elektronik. Sehingga dengan adanya UU ITE ini diharapkan tidak ada orang perorang ataupun pihak lain yang merasa dirugikan karena transaksi informasi elektronik tersebut.
Hadirnya UU ITE ternyata dirasa kurang memberikan kontribusi yang besar dalam proses penegakan kasus hukum di Indonesia karena UU ini terkesan hanya mengatur perpindahan informasi elektronik secara umum. Padahal terdapat juga hal-hal yang bersifat detail dalam persoalan kasus hukum dan penegakannya di Indonesia yang belum diatur dalam UU. Hal-hal yang bersifat mendetil inilah yang kemudian dijadikan acuan dalam keamanan teknologi informasi dan lebih jauh lagi dalam hal Forensik IT. Hingga pada akhirnya terbentuklah sistem hukum yang kuat, kompeten, transparan dan memberikan keadilan bagi masyarakat.
1.2. DEFINISI FORENSIK IT
Menurut saya, komputer forensik adalah suatu disiplin ilmu turunan keamanan komputer yang membahas tentang temuan bukti digital setelah suatu peristiwa terjadi. Kegiatan forensik komputer sendiri adalah suatu proses mengidentifikasi, memelihara, menganalisa, dan mempergunakan bukti digital menurut hukum yang berlaku.

Sedangkan definisi forensik IT menurut para ahli diantaranya :
• Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
• Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
• Menurut Ruby Alamsyah (salah seorang ahli forensik IT Indonesia), digital forensik atau terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital tersebut termasuk handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa. BacaSelengkapnya…

Oct 26

Kritikus Teknologi Informasi dan Komunikasi
Studi kasus : Komputer dan Masyarakat, antara Pro dan Kontra

Suatu hal yang baru akan selalu menjadi pro dan kontra di kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sifatnya yang selalu berubah dengan cepat menyebabkan teknologi selalu menjadi perdebatan dalam perjalanannya. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari misalnya pembelian komputer, terkadang didalam suatu keluarga masih banyak yang pro dan kontra. Mau pilih merek yang ternama harganya mahal, mau beli yang murah kok takut tidak berkualitas, mau beli merek yang baru belum teruji, sementara mau beli merek yang lama kok model dan serinya sudah tidak lagi up to date, mau beli yang gress dan up to date juga mahal (bahkan cara menggunakannya juga sudah menggunakan cara yang baru yang mungkin kita masih ragu dan belum familier). Setelah mau beli, juga masih pikir-pikir. Beli yang portable berupa laptop yang bisa dijinjing kemana-mana atau mau beli yang desktop yang tidak bisa diangkat kemana-mana.
Tidak dapat dipungkiri lagi kalau komputer telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di berbagai bidang misalnya Baca Selanjutnya…

Oct 20

STUDI ALGORITMA GENETIKA UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN MATA KULIAH

Kiki Firmansyah – 0609186

Program Studi Ilmu Komputer

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154

e-mail : kikikikikiki.firmansyah@gmail.com

ABSTRAK

Penjadwalan perkuliahan pada suatu Universitas merupakan suatu hal yang sangat kompleks dan rumit untuk dipecahkan. Kompleksitasnya selain dilihat dari sisi mahasiswa, juga harus dilihat dari sisi dosen yang mengajar, mata kuliah yang diajarkan, waktu perkuliahan dan juga ruangan untuk melaksanakan perkulihan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan tersebut sangat mempengaruhi kinerja keseluruhan aktifitas akademis dalam suatu kampus yang akhirnya berdampak pada kompetensi kampus tersebut.

Algoritma Genetika merupakan pendekatan komputasional untuk mencari solusi yang terbaik berdasarkan pada proses biologi dari evolusi. Diharapkan dengan digunakannya Algoritma Genetika akan diperoleh optimasi penjadwalan mata kuliah yaitu kondisi dimana terjadi kombinasi terbaik untuk pasangan mata kuliah dan dosen yang mengajar secara keseluruhan, tidak ada bentrokan jadwal pada sisi mahasiswa, serta ketersediaan faislitas ruangan yang cukup dan sesuai dengan mata kuliah yang ada.

Kata kunci : algoritma genetika, penjadwalan, optimasi

Baca Selengkapnya…

Oct 02

PENDAHULUAN

Bus merupakan lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebih perangkat. Bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama. Sejumlah perangkat yang terhubung ke bus, dan suatu signal yang ditransmisikan oleh salah satu perangkat ini dapat diterima oleh salah satu perangkat yang terhubung ke bus. Bila dua buah perangkat melakukan transmisi dalam waktu yang bersamaa, maka signal-signalnya akan bertumpang tindih dan menjadi rusak.

Umumnya sebuah bus terdiri dari sejumlah lintasan komunikasi atau saluran. Masing-masing saluran dapat mentransimisikan signal yang menunjukkan biner 1 dan biner 0. Serangkaian digit biner dapat ditransmisikan melalui saluran tunggal. Dengan mengumpulkannya beberapa saluran dari sebuah bus dapat digunakan mentransmisikan digit biner secara bersamaan (secara paralel). Misalnya sebuah satuan data 8 bit dapat ditransmisikan melalui bus 8 saluran.

Bus terdiri dari 3:

1. Bus Data
Saluran yang memberikan lintasan bagi perpindahan data antara dua modul system. Umumnya bus data terdiri dari 8, 16, 32 saluran, jumlah saluran dikaitkan dengan lebar bus data. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat diindahkan pada suatu saat. Lebar bus data merupakan factor penting dalam menentukan kinerja system secara keseluruahan. Bila bus data lebarnya 8 bit, dan setiap instruksi panjangnya 16 bit, maka CPU harus 2 kali mengakses modul memori dalam setiap siklus instruksinya.

2. Bus Alamat
Digunakan untuk menandakan sumber atau tujuan data pada bus data, misalnya CPU akan membaca sebuah word (8, 16, 32 bit) data dari memori, maka CPU akan menaruh alamat word yang dimaksud pada saluran alamat. Lebar bus alamat menentukan kapasitas memori maksimum sitem. Selain itu umumnya saluran alamt juga digunakan untuk mengalamati port-port I/O.

3. Bus Kontrol
Digunakan untuk mengontrol akses ke saluran alamat, penggunaan data dan saluran alamat. Karena data dan saluran alamat digunakan bersama oleh seluruh komponen, maka harus ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Signal-signal kontrol melakukan transmisi baik perintah mauun informasi pewaktuan diantra modul-modul system. Signal-signal pewaktuan menunjukkan validitas data dan informasi alamat.

Umumnya saluran kontrol meliputi :

Memory Write : menyebabkan data pada bus akan dituliskan ke dalam lokasi alamat. Memory Read : menyebabkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada bus I/O Write : menyebabkan data pada bus di output kan ke port I/O yang beralamat. I/O Read : menyebabkan data dari port I/O yang beralamat ditempatkan pada bus. Transfer ACK : menunjukkan bahwa data telah diterima dari bus atau telah ditempatkan di bus. Interrupt Request : menandakan bahwa sebuah interrupt ditangguhkan. Interrupt ACK : memberitahukan bahwa interrupt yang ditangguhkan telah diketahui. Clock : digunakan untuk mensinkronkan operasi-operasi. Reset : menginisialisasi seluruh modul BacaSelengkapnya…

Oct 02

Ulasan kita mengenai penjadwalan sejauh ini difokuskan pada sistem waktu nyata lembut. Pada sistem waktu nyata lembut, penjadwalan untuk sistem tidak memberi jaminan kapan proses critical akan di jadwalkan, akan tetapi memberi jaminan bahwa proses tersebut akan didahulukan daripada proses yang tidak critical. Sebaliknya, pada sistem waktu nyata keras, persyaratan penjadwalan menjadi lebih ketat. Sebuah proses harus dilayani berdasarkan deadline-nya; sehingga jika sebuah proses dilayani setelah deadline berakhir, maka proses tidak akan mendapat pelayanan sama sekali.

Karakteristik dari proses yang ada pada sistem waktu nyata adalah proses tersebut dianggap periodik, karena membutuhkan CPU pada interval yang konstan (periode). Setiap proses berperiode memiliki waktu pemrosesan yang fix yaitu t, setiap kali mendapatkan CPU, sebuah deadline d ketika proses tersebut harus dilayani oleh CPU, dan sebuah periode p. Hubungan antara waktu pemrosesan, deadline, dan periode dapat dinyatakan sebagai 0 < t < d < p. Rate dari sebuah proses berperiodik adalah 1/p.

Gambar 24.1. Proses Berkala